sumber gambar: google.co.id
Berbicara tentang bagaimana seorang dapat sukses dan menjadi sosok orang yang diperhitungkan dalam berbagai angel kehidupan, tak terlepas dari bagaimana seorang itu dalam kehidupannya sehari-hari. Bagaimana dia bersikap, bertingkah laku dan bagaimana kesehariannya.
Dan sosok orang
yang diperhitungkan tak lepas dari yang namanya kerja keras, berdo’a dan usaha,
pantang menyerah serta menjadi sosok yang disiplin. Ya, keempat rangkaian suku
kata itu sering kita dengar sebelumnya, dimana bahwa sungguh besar pengaruh
dari empat sifat itu. Sesungguhnya empat sifat itulah yang mengantarkan seseorang menuju gerbang
kesuksesan. Dan kata kunci yang paling utama sesungguhnya sebuah kedisiplinan.
Jika seorang memiliki tingat disiplin baik tentu dia juga akan memiliki etos
kerja yang tinggi, selalu berusaha dan pantang menyerah. Pernahkan ada sorang
yang sukses hanya dengan kerja keras tanpa sebuah kedisiplinan? Atau sebuah
kesusksesan yang hanya datang dari berdo’a tanpa usaha dan disiplin dalam
mengerjakan dan melakukan sesuatu? Tentu tidak pernah bukan.
Sesungguhnya
lebih banyak yang mengatakan bahwa kerja keraslah yang mengantarkan kepada
kesuksesan dan menjadi kunci untuk membuka setiap gerbang kesuksesan itu. Namun
kerja keras tanpa disiplin itu tidak akan ada hasilnya. Dalam hal disiplin, seseorang
itu perlu melatih dan tidak mudah untuk menjadi sosok disiplin, kerja keras
tanpa kedisiplinan pun tidak akan banyak mempengaruhi sebuah kesuksesan. Contohnya
saja, apa ada sosok yang menjadi sukses dengan seorang itu tidak dapat bagung
pagi, menempatkan diri sesuai aturan dan melakukan pekerjaan hanya dengan kerja
tanpa mentaati aturan yang ada? Tentu tidak bukan. Jika seseorang sudah tidak
mentaati aturan tentu akan susah dipercaya orang dan menjadi sosok yang bisa
dikatakan pemalas. Pengusaha besar saja bangun pagi untuk bekerja, apa lagi
seorang petani dan guru sekali pun.
Begitu besar
pengarus kedisiplinan diri itu terhadap kehidupan. Seperti di sekolah, adanya
aturan untuk masuk dan memulai pelajar pukul 07.15 merupkan aturan yang harus
ditaati oleh setiap siswa. Disini dapat dilihat bahwa seorang murid akan bangun
pagi dan tentunya bersiap berangkat sekolah sebelum waktu masuk, terlepas dari
sejauh mana rumah dan apa yang dikerjakan sebelum berangkat sekolah. Misalkan
siswa SMA yang harus membantu orangtua membersihkan rumah, tentu akan bangun
lebih awal agar dapat mengejar waktu sebelum jam masuk, itu salah satu ciri
sosok yang akan sukses nantinya.
Seperti salah
satu sosok yang patut dikagumi dari sebuah buku bacaan: “Bunda Lisa Karya Jombang
Santani”. Sosok Bunda Lisa memberikan begitu besar inspirasi terhadap
kehidupan, dimana bunda Lisa merupakan sosok
yang kuat dan memiliki kedisiplinan tinggi. Lalu siapa yang tidak kenal sosok Rhenald
Kasali. Seorang guru besar yang sukses di bidangnya. Jika melihat dan mencari
tau tentang beliau sungguh akan banyak yang dapat ditemukan sikap disiplin yang
mereka terapkan. Sedikit gambaran kehidupan dari Sosok Bunda Lisa yang selalu
mendukung dan membantu sang suami, Rhenald Kasali dalam menggapai mimpinya.
Kerja keras dan kedisiplinan akhirnya mengantarkan mereka pada kehidupan yang
lebih baik. Dimana adanya kedisiplinan dalam kehidupan serta kerja keras itu
sendiri. Melihat bagaimana Bunda Lisa saat mengikuti suami S3 jika tidak salah
ingat, beliau ikut ke Ilinois (menyusul) dimana saat itu telah lahir Jordan
akan pertama mereka.
Hidup di luar
negeri itu tidaklah gamapak, dalam novel itu akan banyak ditemukan gambaran
tentang kesungguhan dan kedisiplinan yang tinggi dari sosok Bunda Lisa, yang mampu
membagi waktunya untuk mengurus pekerjaannya dan keluarga seprti sebuah jadwal.
Saat harus bangun pagi menyiapkan sarapan dan menyiapkan kebutuhan suami yang
akan berangkat kuliah, lalu melanjutkan kepada pekerjaan rumah yang sudah menjadi
tanggungan, serta menyiapkan keperluan Jordan kecil. Lalu setelah pukul
delapan, Bunda Lisa menjemput anak-anak yang beliau asuh dan sekaligus menjaga
Jordan kecil—saat itu bunda Lisa kerja sebagai pengasuh anak-anak di kos-kosan
mereka. Hingga saat ini, ketika Beliau akhirnya memiliki penghidupan yang lebih
layak dari dulu, beliau tetap disiplin dan terus melakukan pekerjaan seperti
itu, bangun pagi dan mengerjakan apa yang beliau bisa sebelum akhirnya sarapan
bersama dan pergi mengajar, setelah malam sebelumnya beliau telah menyiapkan berkas-berkas
sang suami dan menyelesaikannya pekerjaannya sebagai pemimpin dari sebuah Taman
kanak-kanak “Kutilang” namanya.
Sungguh dari
cerita itu banyak yang dapat ditemukan sikap disiplin dari sang Bunda Lisa.
Lihatlah dari berbagai sudut pandang tentang bagaimana sosok sukses yang ada di
sekitar. Karena kesuksesan itu tak kan terlepas dari kedisiplinan milik sosok
itu sendiri. Disinilah dapat dilihat bahwa kerja keras tanpa disiplin tidak ada
artinya, dan kedisiplinan tanpa kerja keras pun tak akan ada artinya. Sama
seperti menuntut ilmu. Jika tidak disiplin akan banyak pelajaran yang hanya
menjadi pelajar membosankan. Dan dalam menuntut ilmu tentu lebih banyak lagi
aturan yang ada, jika tidak dapat disiplinkan diri tentunya akan susuah sendiri
dan kunci membuka gerbang menuju kesuksesan dunia itu hanya ilusi. Karena
disiplinlah kuncinya.
