Agama adalah cinta. Sebuah bentuk jamak yang yang dirasakan
ketika benar-benar mengenal agama, dan bukan hanya mereka yang beragama tetapi
juga mereka yang mengerti apa itu agama.namun, ketika kata cinta berubah
menjadi sebuah landasan politik, menjadi penghalal dalam peperangan dan
persaingan hanya akan mencoreng arti agama itu sendiri.
Bukan hanya mereka yang muslim. Tetapi juga mereka yang
Kristen, Budha, Hindu dan Kongucu. Dalam setiap agama, tak ada agama yang menghalalkan
sebuah peperangan, penyiksaan antar kaum, dan penindasan. Tak pernah ditemukan.
Yang menghalalkannya hanya lah rasa lapar dan haus akan kebutuhan hidup. Tak pandang
bulu bahkan tak pandang siapa.
Melihat dari kejadian akhir-akhir ini, pengeboman serta terror
yang disebar dimana-mana, memperlihatkan bahwa ada kesenjangan yang terjadi. Dan
dari semua kasus yang terjadi agama dibawa-bawa dan cukup terkena justifikasi
oleh sebagian kelompok terhadap kelompok yang lain.
Seperti yang serig dilihat dan ditemukan bahwa ada saja
mereka yang mengatakn bahwa golongan yang menggunakan penutup muka adaah mereka
yang menyebar terror. Benarkah? Sepertinya tidak. Namun cara pandang itu juga mempengaruhi
kehidupan ini.
Dan ketika agama dibawa menjadi sebuah kehalalan dari
beberapa kelakuan dan perlakuan, maka disana tidak terdapat cinta dan tidak
terdapat kebahagiaan pada jalur itu.
1 komentar:
nafsu
Posting Komentar