Jumat, 15 April 2016

Bukan Cinta tapi Nafsu? Benarkah?

Diposting oleh Unknown di 00.47



Agama adalah cinta. Sebuah bentuk jamak yang yang dirasakan ketika benar-benar mengenal agama, dan bukan hanya mereka yang beragama tetapi juga mereka yang mengerti apa itu agama.namun, ketika kata cinta berubah menjadi sebuah landasan politik, menjadi penghalal dalam peperangan dan persaingan hanya akan mencoreng arti agama itu sendiri.
Bukan hanya mereka yang muslim. Tetapi juga mereka yang Kristen, Budha, Hindu dan Kongucu. Dalam setiap agama, tak ada agama yang menghalalkan sebuah peperangan, penyiksaan antar kaum, dan penindasan. Tak pernah ditemukan. Yang menghalalkannya hanya lah rasa lapar dan haus akan kebutuhan hidup. Tak pandang bulu bahkan tak pandang siapa.
Melihat dari kejadian akhir-akhir ini, pengeboman serta terror yang disebar dimana-mana, memperlihatkan bahwa ada kesenjangan yang terjadi. Dan dari semua kasus yang terjadi agama dibawa-bawa dan cukup terkena justifikasi oleh sebagian kelompok terhadap kelompok yang lain.
Seperti yang serig dilihat dan ditemukan bahwa ada saja mereka yang mengatakn bahwa golongan yang menggunakan penutup muka adaah mereka yang menyebar terror. Benarkah? Sepertinya tidak. Namun cara pandang itu juga mempengaruhi kehidupan ini.
Dan ketika agama dibawa menjadi sebuah kehalalan dari beberapa kelakuan dan perlakuan, maka disana tidak terdapat cinta dan tidak terdapat kebahagiaan pada jalur itu.

1 komentar:

Unknown on 8 Mei 2016 pukul 02.45 mengatakan...

nafsu

Posting Komentar

 

Goresan kata © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor